05 Jul

Manfaat Vitamin C untuk Mengoptimalkan Kesehatan Tubuh

Salah satu jenis vitamin yang sudah familiar dengan segenap khasiatnya dan dikenal aman untuk dikonsumsi adalah vitamin C. Vitamin ini mudah untuk diperoleh, baik dari asupan makanan, maupun dari suplemen. Manusia juga perlu mengonsumsi vitamin C setiap harinya agar dapat merasakan manfaat vitamin C secara optimal yang tertera dalam uraian berikut ini.

  1. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Vitamin C sangat bermanfaat untuk meningkatkan sekaligus menstabilkan daya tahan tubuh dalam kondisi normal. Begitu pula pada saat kelelahan ataupun saat melakukan aktivitas berat, vitamin C mampu mengembalikan kondisi tubuh menjadi bugar dan tak mudah terserang penyakit ataupun rasa lelah. Lebih dari itu, vitamin C berperan penting pada proses penyerapan zat besi dari makanan.

  1. Mengurangi Risiko Flu

Manfaat vitamin C berikutnya adalah mampu mengurangi gejala flu agar tidak menjadi komplikasi yang lebih serius, seperti halnya pilek kronis yang ujungnya berakibat pada infeksi saluran pernapasan. Mengonsumsi vitamin C yang cukup juga dapat membantu mencegah risiko flu itu sendiri.

  1. Sebagai Antioksidan

Manfaat vitamin C juga sangat ampuh sebagai zat antioksidan yang mampu membantu dalam melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan yang disebabkan karena radikal bebas. Radikal bebas ini tentu berdampak pada penuaan dini, penyakit kanker, serta penyakit jantung. Jadi, penuhilah asupan vitamin C agar terhindar dari berbagai risiko serius tersebut.

  1. Merawat Kesehatan

Dilansir dari alodokter.com, beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa vitamin C dapat membantu merawat kesehatan gigi, tulang rawan, dan tulang. Vitamin C juga mampu menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah, sehingga dapat mencegah timbulnya serangan jantung dan stroke. Vitamin C juga dipercaya mampu mencegah katarak serta penyakit empedu.

  1. Menurunkan Risiko Serangan Jantung

Menurut World Health Organization (WHO), serangan jantung adalah penyakit pembunuh manusia nomor satu di dunia dengan kisaran 29% kematian global setiap tahunnya yang diikuti dengan penyakit infeksi lainnya dengan kisaran 16,2% kematian, kemudian kanker yang menyebabkan terjadinya kasus kematian sebanyak 12,6% di dunia.

Dengan mengonsumsi vitamin C secara rutin, kadar vitamin C dalam tubuh akan meningkat dan membuatnya menjadi stabil. Stabilnya kadar vitamin C dalam tubuh ini mampu mengurangi penebalan pada pembuluh darah arteri di jantung. Penebalan yang terjadi pada pembuluh darah arteri inilah yang menjadi penyebab utama serangan jantung bisa terjadi secara mendadak.

  1. Menjaga Kesehatan Mata

Manfaat vitamin C juga bisa menjaga kesehatan mata. Organ mata memang membutuhkan vitamin A untuk menjaga kesehatannya plus mengoptimalkan fungsinya, tetapi vitamin C juga berperan penting mencegah terjadinya penyakit mata, seperti katarak, rabun, serta tumor mata.

  1. Memperbaiki Jaringan Kulit

Vitamin C juga identik dengan kesehatan kulit. Untuk menjaga kesehatan kulit tersebut, zat antioksidan sangatlah dibutuhkan dan banyak terdapat pada vitamin C. Zat antioksidan ini akan menangkal efek radikal bebas, seperti paparan sinar matahari yang berlebih, polusi udara, dan racun yang terdapat pada makanan yang merupakan musuh utama bagi kesehatan kulit. Vitamin C juga berperan memproduksi kolagen yaitu protein yang sangat dibutuhkan tubuh untuk membantu proses penyembuhan luka, memperlambat proses penuaan, mencegah keriput, serta turut mampu menjaga keremajaan juga mencerahkan kulit.

  1. Meningkatkan Mood

Tak hanya dari segi fisik saja, manfaat vitamin C juga sangat bagus untuk kesehatan psikis. Bagi Anda yang sering mengalami ketidakstabilan mood plus sering merasa khawatir atau cepat gelisah, sudah saatnya untuk mengatasinya. Anda perlu mengonsumsi buah-buahan, sayur-sayuran, serta suplemen vitamin C yang akan berkhasiat menstabilkan mood Anda.

Itulah beragam manfaat vitamin C yang sangat lengkap untuk menjamin kesehatan tubuh, baik secara fisik, maupun psikis. Mengingat kompleksnya fungsi vitamin C tersebut, sudah seharusnya Anda memenuhi kebutuhan tubuh terhadap vitamin tersebut sesuai porsinya. Hal ini sangat penting untuk menunjang kesehatan tubuh dalam jangka panjang.

 

Sumber artikel:

www.halodoc.com

www.ciputramedicalcenter.com

www.alodokter.com

 

Sumber gambar:

www.barretoned.com

www.kompasiana.com

www.taranature.co.id

 

02 Jul

Jenis Vitamin untuk Mengatasi Masalah Rambut Rontok

 

Apakah Anda sedang mempunyai masalah rambut rontok? Persoalan kerontokan rambut ini memang dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Meski demikian, bukan berarti Anda tak bisa mengatasinya. Salah satu cara terbaik untuk mengatasi rambut rontok adalah melakukan perawatan dari dalam atau internal. Kuncinya adalah Anda harus memenuhi nutrisi yang dibutuhkan tubuh yaitu vitamin untuk mengatasi rambut rontok, sehingga rambut bisa kembali sehat dan kuat.

  1. Vitamin B7

Vitamin B7 atau disebut juga dengan istilah biotin adalah salah satu jenis vitamin yang sangat baik untuk membantu merangsang pertumbuhan rambut. Biotin mampu membuat rambut lebih tebal, menguatkan rambut yang sudah rapuh atau mudah patah, serta menutrisi rambut dari dalam. Vitamin B ini sendiri bekerja membantu menghasilkan glukosa dan juga memecah protein menjadi protein asam amino. Asam amino ini memiliki peranan penting dalam menghasilkan rambut yang sehat dan kuat.

  1. Vitamin B3

Salah satu vitamin untuk mengatasi rambut rontok adalah vitamin B3. Vitamin yang masuk kategori vitamin B kompleks ini bertanggung jawab memelihara sekaligus melembapkan kembali kulit kepala dan membantu folikel rambut dalam menghasilkan rambut yang lebih kuat.

Fungsi utama vitamin B3 dengan nama lain niacin atau asam nikotinat ini mampu mengubah karbohidrat menjadi energi, membantu menjaga struktur sel-sel darah, dan meningkatkan sirkulasi darah, sehingga menghasilkan aliran darah yang lebih besar dan lancar ke kulit kepala. Dengan demikian, tersedia lebih banyak oksigen dan nutrisi ke rambut. Untuk perempuan, jumlah vitamin B3 harian yang direkomendasikan kurang lebih sebesar 14 mg, sedangkan pria adalah sebanyak 16 mg per harinya.

  1. Vitamin A

Vitamin A ini menjadi salah satu jenis vitamin yang penting untuk semua sel di dalam tubuh manusia, termasuk sel-sel rambut yang menjadi jaringan paling cepat berkembang. Vitamin A ini akan membantu tubuh menghasilkan sebum alami yang berguna melembapkan kulit kepala, membantu menjaga kesehatan, dan menstimulasi pertumbuhan rambut. Vitamin A juga mengandung zat antioksidan yang mampu melindungi kulit kepala dari adanya polusi lingkungan serta mencegah adanya rambut kering.

Itulah mengapa vitamin A sangat baik untuk rambut rontok. Di dalam vitamin A juga terdapat asam retinoat, yang berfungsi sebagai bahan sintesis alami demi menjaga kekuatan folikel rambut. Selain memperoleh vitamin A dari suplemen sebagai pendamping makanan, Anda harus mencukupi kebutuhan vitamin A secara langsung dari berbagai macam bahan alami, seperti wortel, bayam, ikan tuna, dan buah mangga.

  1. Vitamin C

Pada umumnya, penyebab rambut rontok pada laki-laki adalah meningkatnya level DHT, produk sampingan dari testosteron. Hormon utama pria ini mengaktifkan gen yang berkaitan dengan produksi protein yang disebut DKK-1, penyebab kematian sel-sel rambut. Untuk wanita, banyak faktor yang memengaruhinya, termasuk juga aktivitas hormon.

Dilansir dari fimela.com, sebuah studi sudah menyatakan bahwa vitamin C ini mampu menghambat produksi protein DKK-1 dan merangsang produksi sel-sel rambut. Berikutnya, aktivitas zat antioksidan dalam vitamin C mampu melindungi folikel rambut dari stres oksidatif yang dapat melemahkan kekuatan rambut.

  1. Vitamin E

Suplemen vitamin E untuk rambut rontok sangat membantu meningkatkan sirkulasi darah yang nantinya bisa mencegah kerontokan rambut itu sendiri yang memang terjadi akibat folikel rambut tidak mendapatkan makanan yang cukup dari aliran darah. Vitamin E pun juga membantu melindungi folikel rambut dari kasus peradangan serta kerusakan oksida.

  1. Vitamin D

Menurut penelitian, vitamin D sangat penting karena membantu mengatur gen yang berfungsi mengendalikan pertumbuhan normal folikel rambut. Untuk mencegah kerontokan rambut tersebut, asupan sebanyak 4000 IU vitamin D untuk mengatasi rambut rontok secara teratur mampu menghentikan risiko kerontokannya.

Berbagai jenis vitamin yang baik untuk mengatasi kerontokan di atas memang sangat perlu dipenuhi. Penanganan kasus rambut rontok memang harus segera dilakukan agar rambut bisa segera kembali sehat dan kuat, tanpa harus melalui kerontokan yang parah.

 

Sumber artikel:

www.fimela.com

www.merdeka.com

 

Sumber gambar:

today.line.me

www.prettycat.uk

www.indiamart.com

www.myhemochromatosishelp.com

 

28 Jun

Mengenal Lebih Mendalam Ragam Informasi Umum Seputar Inkontinensia Tinja


Inkontinensia tinja – juga disebut inkontinensia dubur – adalah istilah yang digunakan ketika buang air besar tidak dapat dikontrol. Kotoran (kotoran / limbah) bocor keluar dari rektum pada waktu yang tidak diinginkan – tidak pada istirahat kamar mandi yang direncanakan. Kebocoran ini terjadi dengan atau tanpa sepengetahuan Anda. Inkontinensia fekal lebih sering terjadi pada wanita daripada pada pria dan juga sering terjadi pada orang tua. Istilah inkontinensia fecal digunakan jika salah satu dari situasi ini terjadi:

  • Kotoran bocor saat mengeluarkan gas
  • Kotoran bocor karena aktivitas fisik / aktivitas kehidupan sehari-hari
  • Seseorang mungkin “merasa harus pergi” dan tidak dapat tiba di kamar mandi tepat waktu
  • Kotoran terlihat dalam pakaian setelah buang air besar yang normal
  • Ada sepenuhnya kehilangan kontrol usus

Inkontinensia tinja umumnya disebabkan oleh kebiasaan buang air besar yang berubah-ubah (umumnya diare, tetapi juga konstipasi) dan kondisi yang memengaruhi kemampuan dubur dan anus menahan tinja. Otot-otot sfingter menjadi semakin lemah seiring bertambahnya usia. Otot-otot sfingter atau saraf yang memasok mereka dapat rusak selama persalinan pervaginam pada wanita, oleh trauma, atau selama operasi anal.

Kerusakan saraf juga dapat terjadi pada orang yang mengalami ketegangan berlebihan, pada pasien dengan diabetes atau setelah stroke. Dinding rektum dapat menegang setelah perawatan radiasi atau pada pasien dengan penyakit Crohn. Pada pasien ini, rektum tidak dapat meregang sebanyak yang diperlukan, sehingga tinja berlebih bocor. Kondisi lain di mana rektum turun ke anus (prolaps rektum) atau ketika rektum menjorok ke dalam vagina (rektokel) juga dapat menyebabkan inkontinensia fekal.

Pada orang dewasa usia 65 dan lebih tua, wanita cenderung memiliki masalah dengan kontrol usus lebih sering daripada pria. Anak-anak yang memiliki masalah dengan kebocoran karena masalah pelatihan toilet atau konstipasi mungkin menderita encopresis.

Rektum, anus, otot panggul, dan sistem saraf harus bekerja bersama untuk mengontrol pergerakan usus. Jika ada masalah dengan semua ini, itu dapat menyebabkan inkontinensia. Anda juga harus bisa mengenali dan merespons keinginan untuk buang air besar.

Banyak orang merasa malu tentang inkontinensia usus dan mungkin tidak memberi tahu penyedia layanan kesehatan mereka. Tetapi inkontinensia dapat diobati. Jadi, Anda harus memberi tahu penyedia Anda jika Anda mengalami masalah. Perawatan yang tepat dapat membantu kebanyakan orang mengendalikan usus mereka. Latihan untuk membuat otot anal dan panggul lebih kuat dapat membantu usus bekerja dengan baik

Perawatan

Perawatan dapat membantu meningkatkan inkontinensia dan mengurangi dampaknya pada hidup Anda. Perawatan terbaik untuk Anda tergantung pada apa yang menyebabkan masalah. Perawatan untuk inkontinensia usus meliputi:

  • produk continence – seperti pembalut yang Anda kenakan di pakaian dalam atau colokan kecil yang Anda pasang di bagian bawah
  • perubahan pola makan Anda – seperti menghindari makanan yang membuat diare menjadi lebih buruk
  • obat-obatan untuk mengurangi sembelit atau diare
  • latihan untuk memperkuat otot yang digunakan untuk mengontrol usus Anda – disebut latihan dasar panggul
  • Pembedahan dapat dipertimbangkan jika perawatan lain tidak membantu.

Untungnya, perawatan yang efektif tersedia untuk inkontinensia fekal. Perawatan untuk inkontinensia fekal dapat membantu meningkatkan atau mengembalikan kontrol usus. Bergantung pada penyebab inkontinensia Anda, perawatan mungkin termasuk perubahan pola makan, obat-obatan, latihan khusus yang membantu Anda lebih mengontrol usus, atau operasi.

Makanan yang dapat menyebabkan diare dan memperburuk inkontinensia fekal meliputi makanan pedas, makanan berlemak dan berminyak, daging yang diawetkan atau diasap, dan produk susu (terutama jika Anda tidak toleran laktosa). Minuman yang mengandung kafein dapat bertindak sebagai obat pencahar, seperti produk yang mengandung pemanis buatan (mis., Permen karet bebas gula dan soda diet).

Beberapa agen anti-diare (mis., Loperamide, agen antikolinergik, clonidine, agen pengikat garam empedu, alosetron) yang secara efektif dapat mengobati diare kini tersedia. Beberapa agen ini (mis., Loperamide) tersedia di pasaran sementara yang lain hanya resep dokter. Beberapa obat bekerja lebih baik untuk pasien daripada yang lain.

Saraf sakral berjalan dari sumsum tulang belakang ke otot-otot di panggul. Saraf ini mengatur sensasi dubur dan kekuatan otot sfingter anal. Stimulasi saraf sakral dilakukan secara bertahap. Pertama, jarum kecil diposisikan di saraf sakral yang bergerak dari sumsum tulang belakang ke otot-otot usus bagian bawah, dan otot-otot ini distimulasi oleh generator pulsa eksternal untuk mengidentifikasi otot mana yang paling merangsang kontraksi anal. Respons otot terhadap stimulasi umumnya tidak nyaman. Jika prosedur ini memperbaiki gejala selama 2-3 minggu, generator denyut permanen dapat ditanamkan.

Sfingteroplasti  merupakan operasi untuk memperbaiki sfingter anal yang rusak, mungkin bermanfaat bagi wanita yang mengalami inkontinensia fekal akibat kerusakan sfingter anal yang disebabkan oleh persalinan. Operasi lain, seperti sfingter buatan atau transplantasi otot (graciloplasty) tidak sering dilakukan karena sering dikaitkan dengan komplikasi. Kolostomi adalah pilihan terakhir untuk mengobati inkontinensia fekal. Kolostomi adalah operasi yang mengalihkan tinja melalui lubang di perut alih-alih melalui rektum. Sebuah tas khusus melekat pada lubang ini untuk mengambil tinja. Ada banyak pilihan untuk membantu pasien dengan inkontinensia fekal. Buat janji dengan ahli gastroenterologi untuk evaluasi.

 

Sumber referensi :

my.clevelandclinic.org

medlineplus.gov

www.nhs.uk

 

sumber gambar :

hellosehat.com

25 Jun

Mengenal Lebih Mendalam Informasi Seputar Inkontinensia Alvi

Inkontinensia alvi atau tinja adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kebocoran dari usus karena kontrol usus yang buruk. Anda juga mungkin mengalami angin yang berlebihan atau mengalami noda pada pakaian dalam Anda. Kontrol usus yang buruk dapat disebabkan atau diperburuk oleh sejumlah hal termasuk kondisi kesehatan tertentu atau obat-obatan yang dikonsumsi untuk masalah lain.

Apa yang menyebabkan inkontinensia alvi atau tinja?

Inkontinensia tinja adalah akibat dari kontrol usus yang buruk. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan hilangnya kontrol usus meliputi:

  • usaha jangka panjang
  • obat-obatan, mis. antibiotik, obat untuk radang sendi dan diabetes
  • gaya hidup, mis. angkat berat yang menyebabkan otot-otot dasar panggul lemah
  • otot punggung yang lemah karena memiliki bayi, bertambah tua, beberapa jenis operasi, atau terapi radiasi
  • diabetes
  • penyakit usus, mis. Penyakit seliaka, penyakit Crohn
  • gangguan saraf akibat MS dan Parkinson
  • diare berat, atau

Apa yang harus saya lakukan?

Kunjungi dokter atau ahli kesehatan lainnya jika Anda memiliki kekhawatiran tentang kontrol usus (atau kandung kemih). Kesulitan dengan kontrol usus atau kandung kemih dapat dicegah, dirawat, dikelola lebih baik atau disembuhkan. Anda seharusnya tidak malu untuk mendiskusikan masalah usus Anda karena banyak orang lain juga mengalami masalah.

Langkah pertama dalam meningkatkan kontrol usus adalah memiliki penilaian kelanjutan penuh yang dilakukan oleh seorang profesional kesehatan. Penilaian ini akan mempertimbangkan riwayat medis dan kesehatan Anda saat ini, termasuk diet dan asupan cairan, tingkat olahraga dan mobilitas, semua obat yang sedang Anda gunakan, dan faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi fungsi usus. Program usus individual akan direncanakan bagi Anda untuk membantu menyelesaikan masalah seperti sembelit, diare, atau inkontinensia feses. Jika masalah sembelit Anda tidak membaik, dokter Anda dapat mengatur lebih banyak tes atau merujuk Anda ke satu atau lebih spesialis di bidang kesehatan ini.

Anda harus berbicara dengan dokter Anda jika Anda memiliki:

  • kecelakaan usus secara teratur
  • perubahan kebiasaan buang air besar normal Anda
  • rasa sakit atau pendarahan dari bagian belakang
  • perasaan bahwa usus Anda tidak pernah cukup kosong
  • buang air besar gelap atau hitam, atau
  • penurunan berat badan yang tidak bisa Anda jelaskan.

Inkontinensia alvi tidak selalu merupakan kondisi kesehatan yang berdiri sendiri dan dapat dikaitkan dengan banyak kondisi kesehatan utama lainnya. Dalam banyak kasus, inkontinensia dapat dicegah dengan mengadopsi pola makan sehat dan kebiasaan gaya hidup.

Jika Anda merawat seseorang dengan masalah kandung kemih atau usus, tips dan saran praktis tersedia untuk membantu Anda dengan perawatan Anda. Baca lebih lanjut tentang merawat seseorang dengan inkontinensia.

Bagaimana mengelola inkontinensia alvi atau tinja

Hidup dengan fecal incontinence mungkin perlu mengambil langkah-langkah tertentu sehingga Anda dapat terus menikmati hidup Anda. Ini termasuk yang berikut:

Berdiskusi dengan dokter Anda: Beberapa pendekatan perawatan mungkin membutuhkan waktu untuk menjadi efektif. Ikuti instruksi untuk obat apa pun yang diberikan dokter kepada Anda. Tanyakan tim medis Anda jika Anda tidak mengerti cara menggunakan persediaan dengan benar. Hubungi dokter Anda jika Anda tidak melihat peningkatan.

Cobalah terapi: Jika inkontinensia tinja merusak hubungan Anda, kehidupan kerja, atau kualitas hidup Anda secara keseluruhan, berbicara dengan seorang psikolog dapat membantu.

Menyimpan buku harian makanan: Melacak makanan yang Anda makan dan hari-hari atau saat-saat ketika serangan inkontinensia fekal dapat membantu mengungkapkan pola dalam diet Anda yang berkontribusi terhadap inkontinensia fekal Anda.

Latih usus Anda: Salah satu cara untuk mengurangi risiko inkontinensia feses adalah dengan menggunakan toilet secara teratur dan mencoba buang air besar.

Kemasi pakaian ganti: Selalu siap. Bawalah pakaian dan sepatu baru, kain pembersih, dan tas cadangan untuk menyimpan barang-barang kotor.

Kenakan bantalan penyerap: Saat Anda belajar untuk mengelola inkontinensia fekal, berinvestasi dalam produk inkontinensia, seperti pembalut, yang menyerap kebocoran dan bau.

Minum obat : Bicaralah dengan dokter Anda tentang obat yang dapat mengurangi bau yang terkait dengan inkontinensia fekal.

Belajarlah merawat kulit yang halus: Gunakan produk pembersih dan penghalang untuk mencegah iritasi kulit dan rasa sakit akibat inkontinensia fekal.

Pencegahan

Banyak penyebab inkontinensia fekal tidak dapat dicegah. Namun, saat Anda menjalani proses diagnosis untuk menemukan penyebabnya, Anda mungkin belajar cara untuk mencegah episode inkontinensia. Misalnya, jika diet Anda yang harus disalahkan, menghindari makanan atau minuman tertentu, seperti alkohol atau kafein, dapat membantu. Diet tinggi serat dengan banyak cairan juga bisa berhasil. Perawatan tertentu, seperti pelatihan usus, dapat membantu Anda mengembangkan jadwal untuk pergi ke kamar mandi sepanjang hari dan, pada gilirannya, mencegah kecelakaan.

 

Sumber referensi :

www.continence.org.au

www.uclahealth.org

 

sumber gambar :

hellosehat.com

18 Jun

Mengenal Gejala Dan Informasi Seputar Inkontinensia Alvi


Inkontinensia fekal atau alvi (juga disebut inkontinensia anus atau usus) adalah kemampuan terganggu untuk mengontrol aliran gas atau feses. Ini adalah masalah umum, tetapi seringkali tidak dibahas karena malu. Kegagalan untuk mencari pengobatan dapat mengakibatkan isolasi sosial dan dampak negatif pada kualitas hidup.

Penyebab

Ada banyak penyebab inkontinensia fekal seperti cedera, penyakit, dan usia. Cedera terkait persalinan: Ini adalah penyebab paling umum, akibat robekan pada otot-otot dubur. Saraf yang mengendalikan otot-otot anal mungkin juga terluka, yang dapat menyebabkan inkontinensia. Beberapa cedera dapat dideteksi segera setelah melahirkan; Namun, banyak yang tidak diketahui sampai mereka menyebabkan masalah di kemudian hari. Karena mungkin bertahun-tahun setelah melahirkan, kelahiran seringkali tidak diakui sebagai penyebab masalah.

Trauma ke otot dubur: Operasi anal atau cedera traumatis pada jaringan di dekat daerah anus dapat merusak otot dubur dan mengurangi kontrol usus.

Kehilangan kekuatan otot anal terkait usia: Beberapa orang secara bertahap kehilangan kekuatan otot anal seiring bertambahnya usia. Masalah kontrol ringan mungkin ada ketika mereka masih muda, tetapi ini menjadi lebih buruk di kemudian hari.

Penyakit neurologis: Stroke berat, demensia lanjut, atau cedera medula spinalis dapat menyebabkan kurangnya kontrol otot-otot dubur, yang mengakibatkan inkontinensia.

Gejala

Gejala dapat berkisar dari ringan hingga berat. Kasing ringan mungkin hanya melibatkan kesulitan mengendalikan gas. Kasus yang parah dapat menyebabkan ketidakmampuan untuk mengontrol tinja cair dan terbentuk. Seorang pasien mungkin memiliki perasaan urgensi atau mengalami kebocoran tinja karena sering buang air besar atau diare.

Jika ada perdarahan dengan kurang kontrol usus, konsultasikan dengan dokter Anda sesegera mungkin. Ini mungkin mengindikasikan peradangan di dalam usus besar dan rektum, seperti kolitis ulserativa, penyakit Crohn, tumor rektum atau prolaps rektum. Semua kondisi ini memerlukan evaluasi segera oleh dokter.

Biasanya, ‘kecelakaan’ atau kebocoran tinja tidak boleh terjadi pada orang dewasa kecuali selama episode diare parah. Orang dengan inkontinensia fekal atau alvi kronis atau berulang mungkin mengalami sedikit atau sering kecelakaan. Gejala-gejalanya dapat berkisar dari ketidakmampuan untuk menahan gas, kebocoran “diam” tinja selama aktivitas atau aktivitas sehari-hari, atau tidak dapat mencapai toilet tepat waktu. Gejala-gejala usus lainnya seperti diare, sembelit dan ketidaknyamanan perut mungkin juga hadir.

Diagnosa

Dokter memahami konsekuensi emosional dan sosial dari inkontinensia feses atau alvi, jadi jangan malu untuk berbicara dengan dokter Anda tentang masalah ini. Dokter perawatan primer Anda mungkin dapat membantu Anda, atau Anda mungkin perlu menemui dokter yang berspesialisasi dalam mengobati kondisi yang mempengaruhi usus besar, rektum dan anus, seperti ahli gastroenterologi, proktologis, atau ahli bedah kolorektal. Dokter Anda akan berbicara dengan Anda tentang gejala Anda dan melakukan pemeriksaan fisik, termasuk pemeriksaan dubur. Tergantung pada gejala Anda, dokter Anda dapat melakukan satu atau lebih tes untuk mengidentifikasi penyebab inkontinensia. Tes-tes ini termasuk mengukur tekanan di anus dan rektum (anal manometry), menggunakan USG anal atau pemindaian MRI untuk melihat otot-otot dubur dan jaringan di sekitarnya, menggunakan studi barium untuk melihat bagaimana kinerja rektum dan anus selama buang air besar (defekografi) dan pengujian untuk melihat apakah saraf yang memasok otot anal berfungsi normal (anal electromyography atau EMG).

Manometri anal dilakukan dengan tabung fleksibel pendek di anus dan rektum. Tes ini mengukur kekuatan sfingter anal, dan juga dapat mengukur sensasi dubur. Sedangkan, Ultrasonografi anorektal dilakukan dengan menempatkan probe USG kecil berujung balon ke dalam rektum. Gambar sphincter anal diambil saat probe ultrasonografi ditarik.

Defecocraphy cairan barium ditempatkan di usus besar dan rektum dengan tabung rektal kecil saat Anda berbaring di atas meja. Setelah tabung dubur dilepas, Anda akan diminta duduk di toilet yang dirancang khusus. Video x-ray akan dibuat saat Anda duduk di toilet. Anda akan diminta untuk batuk, meremas “pipi” bokong Anda bersama-sama, dan mengeluarkan isi dubur Anda. Setelah buang air besar, Anda akan diminta untuk menahan seolah-olah Anda sedang buang air besar.

Mirip dengan USG, magnetic resonance imaging (MRI) dapat mengambil gambar sphincter anal dengan probe kecil di dubur Anda. Seperti defekografi barium, MRI juga dapat memperoleh gambar otot dasar panggul dan rektum saat Anda memeras otot dan mengeluarkan konten; gambar-gambar ini diperoleh setelah menambahkan gel USG di rektum Anda.

Proktosigmoidoskopi – Dokter Anda akan menggunakan tabung panjang dan ramping dengan kamera video kecil yang terpasang untuk memeriksa rektum dan sigmoid Anda – kira-kira 2 kaki terakhir dari usus besar Anda. Tes ini dapat mengidentifikasi peradangan, tumor atau jaringan parut yang dapat menyebabkan inkontinensia fekal. Sedangkan, Anal electromyography (EMG) – Elektroda jarum kecil akan dimasukkan ke dalam otot di sekitar anus Anda untuk mengidentifikasi kerusakan saraf.

 

Sumber referensi :

gi.org

www.fascrs.org

 

sumber gambar :

hellosehat.com

11 Jun

Mengenal Gejala Dan Informasi Umum Ileus Paralitik

Apa itu ileus paralitik?

Usus, atau usus, adalah bagian dari saluran pencernaan yang menyerap nutrisi dari makanan yang kita makan. Sisa makanan yang dicerna melewati usus dan diekskresikan selama eliminasi, tahap akhir pencernaan. Proses ini dapat terganggu atau dihentikan dengan adanya sumbatan usus, penyumbatan yang mencegah lewatnya isi usus, seperti kotoran dan cairan.

Ileus paralitik adalah terjadinya penyumbatan usus tanpa adanya obstruksi fisik yang sebenarnya. Jenis penyumbatan ini disebabkan oleh kerusakan pada saraf dan otot di usus yang mengganggu pergerakan pencernaan. Penyebab ileus termasuk ketidakseimbangan elektrolit, gastroenteritis (radang atau infeksi lambung atau usus), radang usus buntu, pankreatitis (radang pankreas), komplikasi bedah, dan penyumbatan arteri mesenterika, yang memasok darah ke perut. Obat-obatan dan obat-obatan tertentu, seperti opioid dan obat penenang, dapat menyebabkan ileus dengan memperlambat gerak peristaltik, kontraksi yang mendorong makanan melalui saluran pencernaan. Ileus paramitik dapat menghasilkan berbagai gejala, seperti perut buncit, kenyang, gas, kejang perut, sembelit, diare, mual dengan atau tanpa muntah, dan nafas berbau busuk. Pilihan perawatan termasuk penempatan tabung dengan operasi melalui perut atau hidung untuk mengurangi distensi dan menghilangkan penyumbatan.

Gejala

Apa saja gejala ileus paralitik?

Gejala ileus paralitik terutama mempengaruhi sistem pencernaan dan termasuk muntah, diare, kepenuhan perut dan distensi (kembung), sakit perut dan kejang, dan sembelit. Gejala umum ileus paralitik. Gejala ileus paralitik terutama mempengaruhi saluran pencernaan dan termasuk:

  • Pembengkakan perut, distensi atau kembung
  • Sembelit
  • Diare
  • Napas berbau busuk
  • Gas
  • Kurangnya bising usus
  • Mual dengan atau tanpa muntah
  • Sakit perut dan kejang

Apa yang menyebabkan paralitik ileus?

Obstruksi usus terjadi ketika ada penyumbatan yang mencegah lewatnya isi usus. Ileus paralitik adalah terjadinya penyumbatan usus tanpa adanya obstruksi yang sebenarnya. Ileus paralitik disebabkan oleh kerusakan saraf dan otot di usus yang mengganggu pergerakan dan pencernaan.

Penyebab ileus paralitik termasuk ketidakseimbangan elektrolit, gastroenteritis (radang atau infeksi lambung atau usus), radang usus buntu, pankreatitis (radang pankreas), komplikasi bedah, dan penyumbatan arteri mesenterika, yang memasok darah ke perut. Obat-obatan dan obat-obatan tertentu, seperti opioid dan obat penenang, dapat menyebabkan ileus dengan memperlambat gerak peristaltik, kontraksi yang mendorong makanan melalui saluran pencernaan.

Apa faktor risiko ileus paralitik?

Sejumlah faktor meningkatkan risiko pengembangan ileus paralitik. Ini termasuk:

Kanker perut

Kondisi yang memengaruhi fungsi otot dan saraf seperti penyakit Parkinson (gangguan otak yang mengganggu gerakan dan koordinasi)

Infeksi

Penggunaan obat-obatan, seperti opioid, sedatif atau narkotika, yang memperlambat gerak peristaltik, kontraksi yang memindahkan makanan melalui saluran pencernaan

Perawatan

Bagaimana ileus lumpuh dirawat?

Perawatan ileus paralitik dimulai dengan mencari perawatan medis dari penyedia layanan kesehatan Anda, yang kemungkinan akan memasukkan Anda ke rumah sakit untuk perawatan. Perawatan biasanya melibatkan menempatkan tabung melalui hidung atau perut untuk meringankan gejala.

  • Perawatan untuk meredakan pembengkakan atau distensi
  • Pembatasan diet untuk memungkinkan halangan lewat
  • Penggantian elektrolit
  • Cairan intravena untuk memberikan nutrisi
  • Obat untuk mempromosikan peristaltik, kontraksi yang memindahkan makanan melalui saluran pencernaan
  • Pemantauan di rumah sakit
  • Penempatan tabung nasogastrik untuk melepaskan udara dan mengalirkan cairan

Apa potensi komplikasi ileus paralitik?

Jika tidak diobati, komplikasi ileus paralitik dapat menjadi serius atau bahkan mengancam jiwa. Anda dapat membantu meminimalkan risiko komplikasi serius dengan mengikuti rencana perawatan yang Anda dan desain profesional perawatan kesehatan khusus untuk Anda.

Penyebaran infeksi

Perawatan ileus melibatkan pengisapan nasogastrik terus menerus, status npo, cairan IV dan elektrolit, sedatif jumlah minimal, dan penghindaran opioid dan obat antikolinergik. Mempertahankan tingkat kalium serum yang cukup (> 4 mEq / L [> 4 mmol / L]) sangat penting. Ileus yang bertahan> 1 minggu mungkin memiliki penyebab obstruktif mekanik, dan laparotomi harus dipertimbangkan. Kadang-kadang ileus kolon dapat dihilangkan dengan dekompresi kolonoskopi; jarang, diperlukan cecostomy.

 

Sumber referensi :

www.healthgrades.com

www.msdmanuals.com

 

sumber gambar :

hellosehat.com

03 Jun

Daftar Vitamin untuk Otak agar Berfungsi Optimal

Otak adalah bagian tubuh yang sangat penting dan utama karena merupakan pusat sistem saraf untuk berpikir dan melakukan berbagai tindakan. Memastikan otak tetap memperoleh asupan nutrisi yang dibutuhkannya sangat penting dilakukan agar fungsi semua organ tubuh dapat berjalan normal dan optimal. Berbagai jenis vitamin untuk otak di bawah ini sangat bermanfaat dan harus dipenuhi dengan baik agar tubuh bisa bekerja menutrisi otak secara rutin dan optimal.

  1. Vitamin B1

Vitamin untuk otak berupa vitamin B1 ini sangat berperan penting dalam menghantarkan impuls sel-sel saraf. Kekurangan vitamin B1 ini justru dapat berpengaruh pada kondisi mental, kemampuan belajar, energi, serta kemampuan tubuh dalam menghadapi berbagai tekanan juga daya ingat. Vitamin B1 ini harus dipenuhi agar kondisi otak tetap normal dan sistem kerjanya tidak terganggu. Makanan sebagai sumber vitamin B1 ini adalah kacang-kacangan, daging, biji sereal, dan ragi.

  1. Vitamin B6

Vitamin B6 sangat penting peranannya untuk tubuh. Vitamin yang satu ini berperan dalam memproduksi serotonin dan dopamin yang mampu menjaga suasana hati dan kewaspadaan seseorang. Vitamin B6 tersebut dapat diperoleh dengan mengonsumsi sawi, kangkung, lobak, kembang kol, ikan tuna, dan bawang putih.

  1. Vitamin B12

Vitamin B12 ini juga berperan dalam pembentukan myelin yaitu lapisan pelindung pada serat saraf otak. Dikutip dari hellosehat.com, vitamin untuk otak yang satu ini sangat berguna melindungi otak dari kemungkinan terjadinya kerusakan saraf, kehilangan ingatan, ataupun menurunnya suasana hati dan penurunan mental. Vitamin B12 dapat ditemukan pada makanan di antaranya daging sapi, ikan, unggas, domba, dan babi.

  1. Vitamin C

Vitamin yang satu ini merupakan vitamin yang berfungsi sebagai antioksidan penting yang mampu melindungi otak dari kemungkinan dialaminya radikal bebas. Vitamin C dipercaya juga bisa membantu mencegah terjadinya penyakit alzheimer dengan melawan akumulasi zat yang penyebab penyakit Alzheimer.

Beberapa sumber vitamin C yang bisa dikonsumsi adalah sayuran hijau dan buah-buahan segar, di antaranya adalah bayam, brokoli, wortel, jeruk, dan stroberi. Anda bisa mengolah bahan makanan di atas menjadi sayuran segar dan lezat. Untuk buah-buahannya, Anda dapat mengonsumsinya langsung, membuatnya menjadi jus, ataupun membuatnya menjadi salad. Pembuatan infused water dari buah-buahan juga dianjurkan agar otak jadi lebih fresh.

  1. Vitamin E

Manfaat vitamin E sangat berperan penting untuk mengoptimalkan fungsi otak. Apabila kekurangan vitamin E, tubuh menjadi kurang mampu dalam melawan radikal bebas. Akibatnya, terjadilah kerusakan sel-sel tubuh serta memicu berbagai gangguan otak, misalnya adalah penyakit degeneratif Alzheimer. Untuk itu, Anda perlu mengonsumsi berbagai sumber vitamin E yang terdapat dalam kacang almond, hazelnut, minyak jagung, tepung gandum, dan sayuran hijau. Dengan demikian, tubuh menjadi mampu dalam melawan berbagai jenis radikal bebas.

  1. Asam Folat (Vitamin B9)

Vitamin untuk otak berikutnya adalah asam folat yang merupakan nama lain dari vitamin B9. Pemenuhan kebutuhan asam folat harus dipenuhi karena jika tubuh kekurangan asam folat, maka akan menurunkan kemampuan daya ingat dan daya fokus. Berkaitan dengan hal tersebut, asam folat ini juga membantu menurunkan kadar asam amino homosistein dalam darah yang mengakibatkan adanya kerusakan pada sel otak. Asam folat ini dapat ditemukan pada sayuran hijau, buah-buahan, kacang-kacangan, dan juga pada sereal gandum.

Menjaga kesehatan otak dengan memenuhi nutrisinya sangat penting dan harus dilakukan oleh semua kalangan usia. Sangat perlu bagi setiap orang untuk memenuhi kebutuhan vitamin untuk otak agar kondisinya selalu optimal dan terhindar dari berbagai gangguan kesehatan. Jadi, lakukan gaya hidup sehat dengan rutin mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung vitamin di atas.

 

Sumber artikel:

hellosehat.com

www.honestdocs.id

www.alodokter.com

 

Sumber gambar:

www.123rf.com

www.patchwerx.com.au

www.honestdocs.id

 

28 May

Mengenal Beragam Informasi Dan Ciri-Ciri Inkontinensia Tinja


Inkontinensia tinja adalah pengeluaran flatus atau feses yang tidak disengaja. Etiologi yang mendasari seringkali kompleks dengan beberapa faktor yang berkontribusi termasuk kelainan struktural anorektal, gangguan neurologis, disfungsi kognitif atau perilaku, konsistensi feses, atau cacat umum (khususnya usia). Terkadang tidak ada penyebab yang ditemukan. Ini sangat umum, mempengaruhi hingga 10% orang dewasa, tetapi prevalensi sebenarnya tetap tersembunyi karena stigma yang terkait. Ciri-ciri pasien yang berhubungan dengan kondisi meliputi :

Peningkatan Risiko FI

Usia

Sebagian besar survei termasuk muda dan lebih tua orang dewasa menemukan usia sangat terkait dengan FI. Peningkatan prevalensi FI terkait usia ini mungkin terjadi disebabkan oleh penurunan terkait usia dalam kesehatan umum, kekuatan otot, mobilitas, dan fungsi kognitif, dan meningkatnya prevalensi penyakit lain itu dapat berkontribusi pada FI

Penerimaan Ke Rumah Sakit Perawatan Akut

Masuk ke rumah sakit perawatan akut sering dikaitkan dengan onset baru atau eksaserbasi inkontinensia tinja. Sebuah Survei Inggris terhadap 627 pasien rawat inap berusia 65 dan lebih (FI didefinisikan sebagai setidaknya satu episode setiap minggu) ditemukan prevalensi 14%, dan ini signifikan lebih tinggi dari prevalensi komunitas FI. Sebuah Survei Australia terhadap 247 penerimaan berturut-turut untuk rumah sakit perawatan akut (semua usia) menemukan bahwa 22% FI yang dilaporkan sendiri. Bliss et al. Melaporkan bahwa FI adalah hadir pada 33% pasien rawat inap. Faktor risiko untuk pengembangan FI setelah masuk rumah sakit meliputi yang berikut: memiliki konsistensi tinja longgar / cair, tingkat keparahan penyakit yang lebih besar dan usia yang lebih tua) sebagai faktor risiko independen dalam analisis multivariat. Studi deskriptif Inggris menemukan faktor yang berkontribusi terhadap FI di rumah sakit akut pasien rawat inap berusia 65+ menjadi pemungutan tinja (57%), cacat fungsional (83%), tinja longgar (67%), dan gangguan kognitif (43%). Ketika dibandingkan dengan 3 pengaturan lainnya (rumah, rumah perawatan dan ruang rehabilitasi), rawat inap rumah sakit akut dengan FI secara signifikan lebih mungkin mengalami pemuatan tinja, cacat fungsional, dan tinja longgar. Pasien dengan tinja yang longgar dan komorbiditas yang lebih rendah lebih mungkin terjadi memiliki resolusi FI setelah tindak lanjut 3 bulan.

Kesehatan Umum Miskin

Dalam survei berbasis populasi, kesehatan umum yang buruk adalah prediktor independen FI. Inkontinensia tinja adalah terkait dengan peningkatan angka kematian baik di masyarakat tinggal subyek yang lebih tua dan di panti jompo pasien.

Batasan Fisik

Tiga survei berbasis populasi dinilai secara fisik keterbatasan dan menemukan mereka menjadi faktor risiko untuk inkontinensia tinja. Pada pasien panti jompo, gangguan mobilitas secara konsisten ditemukan sebagai prediktor FI.

Latihan Fisik

Menjalankan daya tahan dikaitkan dengan diare dan FI pada lebih dari 10% individu. Latihan rutin tidak memprediksi FI lazim atau insiden FI pada tindak lanjut lima dan sepuluh tahun dalam sampel besar (N = 8,949) dari lansia yang hidup dalam masyarakat di Kanada [55]. Ada tidak ada penelitian tentang pencegahan diare pelari dan FI, meskipun agaknya menghindari aktivitas adalah suatu pilihan.

Ketidakstabilan Urin Dan Prolaps Organ Organis

Dalam survei berbasis komunitas, FI sangat terkait dengan inkontinensia urin dan kandung kemih yang terlalu aktif pada pria dan wanita. Diantaranya panti jompo pasien, hubungan antara inkontinensia urin dan FI bahkan lebih kuat. Organ panggul prolaps juga secara signifikan terkait dengan FI. Inkontinensia urin dan prolaps organ panggul tidak mungkin secara kausal terkait dengan FI tetapi dapat berfungsi sebagai variabel penanda untuk mengidentifikasi pasien yang berisiko pengembangan FI.

Beberapa ciri-ciri pasien ditemukan terkait dengan FI atau AI dalam survei epidemiologis menyarankan mekanisme patofisiologis yang dapat menyebabkan inkontinensia, dan modifikasi faktor-faktor risiko ini mungkin mengurangi risiko mengembangkan FI atau AI; contoh adalah diare, obesitas, gangguan mobilitas, dan menjalankan daya tahan. Untuk variabel lain ditemukan terkait dengan FI atau AI, tidak ada mekanisme patofisiologis yang masuk akal yang diketahui, dan hubungannya mungkin karena penyebab yang umum bagi keduanya inkontinensia dan kondisi lainnya.

 

Sumber referensi :

bestpractice.bmj.com

www.ics.org

 

sumber gambar :

hellosehat.com

24 May

Mengenal Cara Mengobati Inkontinensia Usus Atau Alvi Maupun Tinja

Inkontinensia alvi atau usus maupun tinja adalah kebocoran cairan atau feses yang tidak disengaja atau tidak disengaja. Ini bersifat jangka panjang (kronis) dan tidak dapat diprediksi, dan dapat disebabkan oleh banyak kondisi.Beberapa tanda khas meliputi:

  • melihat ada kebocoran atau kotor di pakaian Anda
  • kadang-kadang tidak sampai ke kamar mandi tepat waktu
  • membuat rencana untuk memiliki akses mudah ke kamar kecil

Beberapa orang dengan inkontinensia mungkin merasakan keinginan untuk buang air besar, tetapi otot yang terganggu tidak dapat mengendalikannya sampai mereka dapat pergi ke kamar mandi. Yang lain mungkin kekurangan sensasi di saraf, dan tinja yang tidak nyaman mungkin bocor secara tak terduga.

Inkontinensia usus atau alvi maupun tinja juga disebut sebagai kebocoran usus yang tidak disengaja, inkontinensia fekal, pengotoran, atau kurangnya kontrol usus. Istilah ‘inkontinensia dubur’ mengacu pada hilangnya gas usus, serta tinja padat atau cair. Inkontinensia gas memalukan dan dapat mengisolasi sosial.

Mungkin sulit bagi mereka yang tidak berjuang dengan inkontinensia untuk memahami bagaimana itu dapat mempengaruhi hampir setiap aspek kehidupan sehari-hari. Dapat dimengerti bahwa mengompol di depan umum adalah ketakutan dan orang-orang yang menderita inkontinensia harus hidup dengan ketidakpastian tidak pernah yakin kapan suatu episode akan menyerang.

Dampak pribadi dari inkontinensia menjadi lebih dalam ketika penderita mulai menarik diri dari situasi sosial karena masalah tersebut. Mereka dapat berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan pekerjaan yang semakin sedikit. Bukan hal yang aneh bagi seseorang yang menderita inkontinensia untuk membatasi atau bahkan sepenuhnya menghindari aktivitas yang oleh sebagian besar orang dianggap remeh, seperti berbelanja, pergi ke bioskop, makan malam, atau keintiman.

Bagi beberapa yang mengalami inkontinensia, bahkan bisa menjadi sulit untuk berjalan keluar dari pintu depan, apalagi naik mobil, bus, atau pesawat terbang. Dunia mereka tampaknya menjadi semakin kecil dari hari ke hari. Penarikan mungkin sangat bertahap sehingga hampir tidak terlihat, sampai suatu hari ada pengakuan tentang bagaimana mengisolasi atau menonaktifkannya.

Produk kontinen

Produk Continence dapat membantu menghentikan Anda mengotori pakaian Anda. Mereka mungkin tersedia di NHS, atau Anda mungkin harus membayarnya. Produk yang dapat membantu termasuk:

  • sumbat busa yang Anda letakkan di bawah untuk mencegah kebocoran
  • bantalan yang Anda kenakan di dalam pakaian Anda
  • kunci khusus (kunci Radar) yang dapat membantu Anda mengakses toilet umum

Produk Continence dapat bermanfaat sebagai tindakan jangka pendek, tetapi mereka tidak berurusan dengan masalah mendasar dan bukan solusi jangka panjang sendiri.

Perubahan diet

Jika inkontinensia Anda dikaitkan dengan konstipasi atau diare, mungkin disarankan untuk melakukan beberapa perubahan pada diet.

Misalnya, Anda dapat membantu mengurangi sembelit dengan:

 

  • makan lebih banyak makanan berserat tinggi seperti buah, sayuran, kacang-kacangan dan makanan gandum (seperti roti gandum)
  • minum banyak cairan, terutama air

Anda dapat membantu mengurangi diare dengan:

  • mengurangi makanan serat tinggi
  • menghindari alkohol dan kafein (seperti teh dan kopi)
  • menghindari produk yang mengandung pemanis yang disebut sorbitol

Latihan dasar panggul

Jika perawatan lain tidak membantu, Anda dapat dirujuk ke layanan kelanjutan spesialis untuk perawatan lebih lanjut, seperti latihan dasar panggul. Ini adalah latihan, yang diajarkan oleh fisioterapis atau perawat spesialis, yang dapat membantu memperkuat otot yang digunakan untuk mengontrol pembukaan dan penutupan usus Anda.

Kadang-kadang teknik yang disebut biofeedback dapat digunakan dengan latihan dasar panggul. Anda menempatkan perangkat kecil di bagian bawah saat melakukan latihan dan itu memberi tahu Anda seberapa baik Anda melakukannya.

Operasi

Pembedahan untuk inkontinensia usus hanya akan dipertimbangkan jika perawatan lain tidak membantu. Tujuan pembedahan biasanya untuk membantu Anda memiliki kontrol yang lebih baik atas otot-otot di bagian belakang (anus). Beberapa prosedur dapat dilakukan, termasuk:

  • operasi untuk memperbaiki otot yang rusak di anus Anda (sphincteroplasty)
  • menempatkan perangkat elektronik kecil di bawah kulit Anda yang membantu otot dan saraf di anus Anda bekerja lebih baik (stimulasi saraf sakral)
  • menyuntikkan zat (seperti silikon) ke otot-otot di anus Anda untuk membantu membuatnya lebih kuat (agen bulking yang disuntikkan)

Sangat jarang, prosedur yang disebut colostomy dapat dipertimbangkan. Di sinilah usus Anda dialihkan melalui lubang yang dibuat di perut Anda sehingga kotoran Anda dapat dikumpulkan di dalam tas.

Mendapatkan bantuan

Inkontinensia umumnya dapat diobati, namun, sebagian besar individu dengan inkontinensia tidak pernah membahas kondisi tersebut dengan dokter mereka. Mungkin sulit untuk mengangkat masalah inkontinensia usus dengan dokter. Tetapi ingat, dokter ada untuk merawat dan membantu dengan kondisi kesehatan yang tidak biasa. Mereka melakukannya setiap hari.

Inkontinensia alvi maupun usus dan tinja sangat umum terjadi. Jadi jika Anda melihat perubahan dalam kontrol usus Anda, jangan biarkan rasa malu dan kurangnya pengetahuan Anda tentang pilihan perawatan mencegah Anda menemukan bantuan yang Anda butuhkan. Berikut adalah beberapa tips tentang cara berbicara dengan dokter Anda.

Sumber Referensi :

www.nhs.uk

www.aboutincontinence.org

 

sumber gambar :

hellosehat.com

22 May

Mengenal  Cara Mengatasi Inkontinensia Tinja

Bagaimana Diagnosis Inkontinensia Tinja ?

Penyedia perawatan primer akan mengajukan pertanyaan tentang gejala, termasuk berapa lama mereka telah terjadi dan apa jenis peristiwa yang terjadi guna mencari cara untuk mengatasi gangguan inkontinensia tinja. Jika orang yang dicintai mengalami kecelakaan berulang, penting untuk memahami sifat mereka sepenuhnya. Sebagai contoh, beberapa orang yang lebih tua mengalami inkontinensia mendesak, yang terjadi ketika mereka tidak dapat tiba di kamar mandi tepat waktu, sementara yang lain mungkin mengalami inkontinensia pasif, yang terjadi ketika mereka tidak menyadari bahwa mereka perlu buang air besar.

Meskipun mungkin memalukan untuk membahas secara rinci, penting untuk mengumpulkan sebanyak mungkin informasi untuk membantu dokter orang yang Anda cintai memahami situasi sepenuhnya. Membuat catatan harian tentang kebiasaan makan dan minum, gejala, dan masalah pencernaan dapat membantu mempersempit kemungkinan penyebabnya. Dokter juga dapat melakukan beberapa tes diagnostik, termasuk kolonoskopi, untuk menentukan penyebab yang mendasarinya.

Opsi Perawatan untuk Inkontinensia Tinja

Perawatan untuk mengatasi masalah-masalah pengendalian usus sebagian besar tergantung pada penyebabnya. Misalnya, jika diare adalah penyebabnya, dokter dapat meresepkan obat-obatan seperti obat pencahar massal dan / atau agen bulking untuk mengembangkan feses yang lebih padat yang lebih mudah dikendalikan sehingga mengurangi kebocoran.

Cara lain untuk mengobati inkontinensia fekal adalah dengan membuat beberapa perubahan pola makan. Jika sembelit kronis adalah masalah yang mendasarinya, diet dapat memainkan peran penting dalam berkontribusi atau meminimalkan gejala. Peningkatan asupan cairan dan makan lebih banyak makanan kaya serat dapat membantu meringankan sembelit dan mencegah kecelakaan.

Latihan juga dapat membantu, terutama kegiatan yang ditargetkan untuk meningkatkan fungsi sfingter anal dan memperkuat otot dasar panggul (Kegels). Seorang terapis terlatih dapat memberikan instruksi yang diperlukan untuk mengatasi otot-otot ini dan meningkatkan kontrol usus dan kandung kemih. Menambahkan terapi biofeedback ke rejimen ini dapat membantu memastikan bahwa gerakan dilakukan dengan benar dan meningkatkan kesadaran seseorang akan sensasi yang lebih halus yang terlibat dalam fungsi tubuh.

Pelatihan usus adalah pilihan lain yang dapat mempromosikan buang air besar secara teratur dan mencegah kecelakaan, tetapi perlu waktu untuk menjadi efektif. Pada dasarnya, seseorang merancang dan menganut pola buang air besar pada waktu-waktu tertentu sepanjang hari. Dengan mengikuti jadwal, tubuh menjadi terbiasa pada waktu yang ditentukan (seperti setelah makan), yang mengurangi kemungkinan inkontinensia.

Dalam kasus yang sangat serius, pilihan bedah, seperti sphincteroplasty, injeksi agen bulking yang tidak dapat diserap, stimulasi saraf sakral atau bahkan pengalihan usus mungkin direkomendasikan untuk mengelola gejala dengan lebih baik. Itu semua tergantung pada kesehatan pasien secara keseluruhan dan penyebab utama dari kontrol usus mereka yang terbatas.

pengobatan impaksi tinja mungkin diperlukan untuk menghilangkan tinja yang terkena dampak, jika pengobatan lain tidak efektif. Dokter bedah menggunakan dua jari bersarung tangan untuk memecah tinja menjadi potongan-potongan kecil, sehingga lebih mudah dikeluarkan.

 

Jika masalah disebabkan oleh impaksi tinja, dan perawatan lain tidak efektif, enema dapat membantu. Sebuah tabung kecil ditempatkan ke dalam anus, dan larutan khusus dimasukkan untuk membersihkan rektum.Dalam stimulasi saraf sakral, empat hingga enam jarum kecil dimasukkan ke dalam otot-otot usus bagian bawah. Otot-otot dirangsang oleh generator pulsa eksternal yang memancarkan pulsa listrik.

Pasien yang merespon dengan baik terhadap perawatan ini mungkin memiliki generator denyut permanen, mirip dengan alat pacu jantung, ditanamkan di bawah kulit pantat. Saraf sakral berjalan dari sumsum tulang belakang ke otot-otot di panggul dan terlibat dalam kontinensi usus dan kemih.

Operasi

Operasi biasanya hanya digunakan jika perawatan lain tidak berhasil atau untuk mengobati kondisi yang mendasarinya. Sphincteroplasty adalah operasi untuk memperbaiki sphincter anal yang rusak atau melemah. Dokter bedah mengangkat otot yang rusak, tumpang tindih tepi otot dan menjahitnya kembali. Ini memberikan dukungan ekstra pada otot dan mengencangkan sphincter.

Graciloplasty yang distimulasi, atau transplantasi otot gracilis, menggunakan sejumlah kecil otot dari paha pasien untuk membuat sfingter buatan. Elektroda yang melekat pada generator pulsa dimasukkan ke sfingter buatan, dan impuls secara bertahap mengubah cara kerja otot.

Penggantian sphincter menggunakan manset tiup untuk menggantikan sphincter anal yang rusak. Manset ditanamkan di sekitar saluran anus. Ketika dipompa, manset menjaga sfingter anal tertutup rapat sampai orang tersebut siap untuk buang air besar. Sebuah pompa eksternal kecil mengempiskan perangkat, memungkinkan tinja dilepaskan. Perangkat kemudian teremajakan secara otomatis sekitar 10 menit kemudian.

Pembedahan untuk rektum prolaps dapat dilakukan jika perawatan lain tidak berhasil. Otot sfingter dapat diperbaiki pada saat bersamaan. Sebuah rektokel dapat dikoreksi dengan pembedahan, jika mengarah ke gejala signifikan inkontinensia fekal.

 

Sumber :

www.medicalnewstoday.com

www.agingcare.com

 

sumber gambar :

hellosehat.com