Sayangi Kesehatan Anda, Hindari Makanan Yang Mengandung Lemak Jenuh

Makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi merupakan makanan yang berbahaya bagi kesehatan. Mentega merupakan salah satu produk hewani dengan kadar lemak jenuh tinggi

Berbincang mengenai makanan tentu merupakan hal yang menarik terutama bagi para pecinta kuliner. Biasanya mereka akan meluangkan waktu khusus untuk sekedar menikmati kuliner favorit tersebut. Kenikmatan dan cita rasa adalah hal utama yang dicari oleh pecinta kuliner. Namun, tahukah Anda, dibalik kenikmatan kuliner yang Anda rasakan, ada hal-hal penting lainnya yang harus diperhatikan? Salah satu hal pokok yang harus diperhatikan para pecinta kuliner adalah kandungan bahan makanan yang akan dikonsumsi. Salah satu hal yang harus dihindari dan dikurangi konsumsinya adalah makanan yang mengandung lemak jenuh dengan konsentrasi yang tinggi.

Sebagian besar masyarakat pada umumnya abai terhadap kandungan makanan yang mereka konsumsi. Asalkan terasa nikmat di lidah maka seketika itulah makanan menjadi favorit. Fakta inilah yang menyebabkan tak sedikit orang yang mengalami resiko penyakit seperti kolesterol, jantung, obesitas, dan lain-lain. Memang penyebab datangnya penyakit tak selalu berasal dari makanan, akan tetapi apa yang Anda konsumsi dapat menjadi salah satu faktor yang dominan.

Waspadai Konsumsi Makanan Yang Mengandung Lemak Jenuh

Makanan yang mengandung lemak jenuh merupakan salah satu jenis makanan yang sebaiknya Anda hindari. Konsumsi makanan dengan kandungan lemak jenuh tinggi secara berlebihan dan terus-menerus akan membahayakan bagi kesehatan tubuh. Kandungan lemak jenuh yang ada pada makanan yang dikonsumsi akan meningkatkan resiko terkena berbagai penyakit seperti serangan jantung, stroke, obesitas, maupun meningkatnya kadar kolesterol dalam tubuh.

Contoh Makanan Yang Mengandung Lemak Jenuh

Baca Juga : 5 Makanan Yang Mengandung Protein Tinggi

Konsumsi makanan yang mengandung lemak memang tidak sepenuhnya dapat dihindari. Hal ini dikarenakan setiap jenis makanan memiliki kandungan lemak, baik itu lemah jenuh maupun lemak tak jenuh. Meskipun kedua jenis lemak tersebut terkandung dalam makanan, namun pada umumnya terdapat dominasi salah satu kandungan lemak pada masing-masing makanan. Apabila Anda beum sepenuhnya dapat menghindari makanan berkadar lemak tinggi, maka pembatasan jumlah konsumsi makanan tersebut adalah hal yang dapat dilakukan. Pola makan teratur disertai pengaturan porsi makan yang seimbang akan menurunkan resiko terkena penyakit akibat kelebihan lemak dalam tubuh.

Mentega Salah Satu Makanan Yang Mengandung Lemak Jenuh

Kandungan lemak jenuh pada makanan seringkali dipahami sebagai kandungan lemak jahat yang berbahaya bagi kesehatan tubuh. Kandungan lemak jenuh yang tinggi pada umumnya terdapat dalam makanan produk hewani seperti minyak ikan, daging sapi, unggas, telur, keju, dan susu. Kadar lemak jenuh yang terkandung pada masing-masing makanan pun berbeda-beda. Selain terdapat dalam bahan makanan yang berasal dari hewan, lemak jenuh juga terkandung dalam bahan makanan yang berasal dari tanaman seperti biji kakao, minyak sayur, buah alpukat, dan bahan lainnya.

Mentega merupakan salah satu produk hewani yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Produk hewani ini biasa digunakan sebagai bahan pendukung dalam pembuatan cake dan biscuit. Mentega berasal dari olahan lemak susu hewan sehingga secara otomatis terdapat kandungan lemak jenuh di dalamnya. Bahan ini terbukti mengandung lemak jenuh sebesar 66 %. Jumlah ini lebih besar bila dibandingkan dengan kandungan lemak tak jenuhnya yaitu sebesar 34 %. Oleh karena itu penggunaan mentega sebaiknya dibatasi. Hal lain yang dapat dilakukan adalah dengan mengganti bahan-bahan hewani berkadar lemak jenuh tinggi dengan bahan-bahan yang berasal dari bahan nabati. Batas maksimal konsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh adalah 10 % dari total jumlah kalori yang Anda butuhkan sehari-hari.

error: Content is protected !!